Sabtu, 10 Desember 2011

Kita Berdua

Oleh : Rastha Satya Dewabrana

Kita berdua

berjalan bersama malam itu

melewati waktu demi waktu

Kita berdua

saling mengungkap tabir setiap diri

melantunkan romantisme

bagai mekarnya mawar

Kita berdua

sadar akan setiap rasa

terbentuk karena keakraban

Kita berdua

selalu memberi

dopping setiap asa asa kita

Namu Kita Berdua

belum bisa melakoni

ajang roman tersebut

karena kita tahu

kekhawatiran disetiap kita

muncul agar kita diberi jarak

sebelum menjadi sebuah

roman yang luar biasa

Semoga


Rabu, 07 Desember 2011

Choco Top

December is somin'

Bukan karena aku tidak lagi suka menulis. Aku masih sangat menyukainya. Ini mungkin pertama kalinya di bulan Desember, aku menulis di blog ini lagi. Apa kabar teman-teman? Semoga Tuhan selalu melindungimu, amin.

Banyak hal yang terjadi selama beberapa bulan terakhir ini. Sangat membuatku terpaksa belajar lebih dalam untuk memaknai hidupku. Aku selalu ingat benar dengan apa yang selalu dikatakan ibuku, dan aku memepercayainya. Ini tahun keduaku di Sekolah Menengah Atas, dan Beliau bilang inilah tahun ketika remaja seusia kita menjadi berhasil atau tidak.

Aku bingung dengan diriku sendiri, mungkin benar tentang remaja yang sedang mencari jati dirinya di usia sepertiku, sekalipun awalnya aku tidak pernah mempercayai studi tentang hal itu, karena kupikir, itu hanya delapan puluh persen dari populasi saja yang membuktikan, dan mungkin aku bisa menjadi yang dua puluh persennya. pika21

Emm apa yaa, bulan ini ada ujian tengah semester, di mulai tanggal 1 Desember 2011. Tentu saja menjadi hal yang emm lumayan resmi buat aku.
Ini udah hari ke tujuh, itu artinya satu hari lagi terakhir yaitu besok dan ujian telah usai. Hahahhaha.
blogger-emoticon.blogspot.com


Aku seorang yang pemalas, terutama satu semester ini, karena waktuku untuk belajar tersita untuk kegiatan komunitas dan latian dansa untuk persiapan PORPROV DIY 2011.
Dan aku sedikit menyesalinya, hingga akhirnya aku 'sedikit' belajar dengan sungguh-sungguh pada ujian kali ini. Tapi hanya terpusat pada mata pelajaran penjurusan saja, kimia, fisika, biologi, matematika, bahasa inggris, dan bahasa indonesia. Yang sangat mengecewakan adalah mapelnya anjlook selain itu, contoh saja, karena sibuk belajar mapel utama, aku sama sekali tidak membuka buku TIK ku, alhasil bisa dipastikan nilai TIK ku sangat hancur.

Alhamdulillah Biologi aku tidak harus menjalani remidial, setidaknya nilaiku dua poin di atas KKM. Untuk Seni Budaya aku juga tidak harus mengikuti program ribet pengulangan maksiat itu, padahal di ujian kemarin remidi aku lhoo..
Tapi sayang seribu sayang, mapel Bahasa Prancis harus rela remiadial. Dan yang sangat memalukan, mapel Bahasa Indonesiaku juga remidial, hanya menthok di 7 nilaiku. Padahal udah merasa PD tingkat tinggi waktu ngerjainnya. Humm.

Mungkin di semester dua aku akan mengajukan les, aku sadar, aku sangat membutuhkannya, sangat sangat sangaaaaaat ! huh.

Kejurnas Dansa besok tanggal 18 Desember 2011, itu artinya sebelas hari lagi
blogger-emoticon.blogspot.comblogger-emoticon.blogspot.com

Oh yaa, alhamdulillah juga, tanggal sembilan belas atau dua puluh Desember, launching buku perdana KOKITALIS lho ! Hmm seneng bangeeet deh
blogger-emoticon.blogspot.com


Ini jurnal singkatku hari ini, membuka lembar bahagia untuk Desemberku, amin.

Rabu, 23 November 2011

Bersyukur

Harusnya, aku bersyukur karena apa yang kumiliki telah lebih dari cukup. Tapi manusia selalu menuntuut lebih, dan begitu malangnya itu terjadi kepadaku.
Intinya : Berjuang dan berusaha :D

Jumat, 18 November 2011

Bunda, Dengar Aku

Katamu ini tabu
Sambil tertawa aku malu
Masih ragu tapi mau
Bunda, ini rasaku

Kerlingnya menggelitik sukma
Wangi mawar membalut raga
Suaranya bergema manja
Bunda, aku terkesima

Ada rindu merasuk nadi
Mengadu cumbu dalam hati
Merajut risau mengambang pasti
Bunda, aku bisa mati

Katanya itu kasih
Menjelma tanpa risih
Meraja dalam dada
Bunda, aku jatuh cinta


is written on November 17th 2011
for B-Nine (Majalah SMA 9)

It is November

When Siti Shofiyana introduced you with me, August 2010, it was the first time I knew you. A day when my life began to change. It is you filling my hole heart.
It was predictable that you were looking for someone special, and it was me. Yes, it was me. My day turned happier when you entered. Many things changed, many reasons built. Was built to make a decision, I was fallin’ in love with you.
My love for you is different. It is not same when I like other boys, my love for you is unchangeable even there are many boys around my life, you are still in the top position of my life, heart, and soul. Just trust me, it’s true ..
You are my wish,
You are my pray is for,
You are the one I think always,
You are my hope,
You are my everything, Rastha Satya Dewabrana.

Kepadamu


 Dear, Rastha..


Bulan ketika sejuta rintikan air jatuh membasahi tanah dengan gelembung bening yang siap pecah ketika mencapai permukaannya. Bulan hujan, ketika ada yang berubah dari hidupku, adalah mengenal dirimu lebih, lebih, lebih, dan lebih dekat.

Sayangmu dan hatimu, dua hal yang limabelas bulan lalu menjadi obsesi tersendiri untukku. Aku pernah ingin menjadi yang nomor satu dalam daftar prioritasmu. Belum juga kusadari saat itu ketika yang kurasakan tentangmu hanyalah obsesi yang sewaktu-waktu akan mengajariku belajar untuk egois.

Aku mengikrarkan namamu di dalam rongga yang paling dalam, menyentuh dasar paling sensitif dalam hatiku. Saat limabelas bulan telah berlalu dan aku masih berdiri tegak dengan satu rasa yang masih kuat tergenggam dalam kepalan tanganku.
Sayangku kepadamu..

Jauh waktu terlewati bersamamu membuatku selalu belajar menjadi lebih tegar, menjadi ikhlas, dan tentu saja dewasa.
Poin yang lambat-laun kusadari yaitu kau tak juga beralih dari masa lalumu yang begitu indah yang bahkan dengan kehadiranku tak akan pernah mampu menggantikannya.

Dan rasaku kepadamu tak pernah kutemui kepada orang lain. Entah, aku sendiri tidak begitu mengerti dengan apa yang baru saja terjadi dengan perasaanku. Rasa ini berbeda dengan yang biasa kuembankan kepada mereka yang pernah mampir di hidupku. Sekalipun orang-orang itu telah memiliki satu bahkan lebih keunggulan yang tak bisa kau berikan kepadaku, namun rasaku yang tersipan untukmu tidak juga memudar begitu saja.

Aku rela, bila kau harus bersama dengan orang lain yang lebih bisa membahagiakanmu, mengukir senyum di wajahmu, memoles raut sumringah, dan tentu saja menghapus jejak traumatis masa lalumu. Kau tahu, sayangku tulus, aku tak meminta balasan atau sekedar pengakuan. Aku juga tak ingin membuatmu terbebani dengan kehadiranku dalam labirin hidupmu. Aku hanya ingin kau mengetahuinya..

is written on November, 12th 2011