Jumat, 16 Desember 2011

before saturday

Dalam hati kecilku, ada suatu ketakutan tersendiri. Bagaimana tanggungjawabku dengan nilai-nilaiku semester ini.

e n d
nggak ngerti harus post apa.

Selasa, 13 Desember 2011

smile



Jangan terlalu memikirkan orang yang kau sukai, itu hanya membuang waktumu dan membuat imajinasimu semakin berkembang. Jangan terlalu berharap kepada orang yang belum pasti juga memiliki rasa yang sama denganmu, karena semakin besar harapan itu, maka semakin besar pula resiko sakit yang akan kau dapatkan. Keep moving, keep spirit, keep smile, and.... stay cool :)

Decision

I ever thought who is the good one, the best one, actually the reason that I took to choose who would be my destiny. You or him. Both you have your own individual language that all you transmitted into my heart. Something meaningful and hopefully pump up my soul. It was hard, realized who is the one, the one I really love. When you were not in me, he came to my life. Listened my story from the simplest one to the complex. And inside it, there were so many you, you were the reason my story is begun. Even he hold me, he never get me as you get me. Can you understood how it can be done with the end is you, even there were so many him, the end of me is you. Sometimes I can bad of thinking that you, you just admire me not love me. But heart, who can predict. As I think as I know, you are the one I choose, I suppose, and I love. Just believe me, I’m not blaming you. I was born to make some decision. And one of those decision is to love you..

Minggu, 11 Desember 2011

Pudar

Aku tidak pernah mengeluh karena menunggumu terlalu lama, karena aku sangat yakin dengan apa yang aku letakkan di dasar jiwaku, yaitu sayangku kepadamu.
Apa kau pernah melihat sebuah film di mana ada seorang wanita yang hidup tanpa sebuah jiwa yang bernanung di hidupnya, maka jadilah dia mayat hidup. Tapi tidak denganku, sekalipun kau tidak memberiku asupan jiwa yang lebih, aku masih mampu mengisinya dengan segala pemikiranku akan dirimu.
Terkadang ketika aku melihat seorang gadis yang diberi cincin oleh pujaan hatinya, atau sepasang kekasih yang mengayuh sepeda dengan binar lampu warna-warni, dua ekor kura-kura yang melompat dari ranting yang mengambang menuju dasar danau paling dalam, juga sepasang angsa yang saling beradu tatap mesra. Kau tahu, aku pernah memimpikan suatu waktu kau akan berjalan menggandeng tanganku erat atau sekadar menatap penuh ke dalam mataku, hal yang tidak rumit tetapi masih jauh dari jangkauanku.
Ada kalanya aku kembali dari mimpiku dan menatap hidupku dalam nyata. Maka aku akan menemukan sisi lain dari harapan-harapanku, ada dia, dia, dan dia, juga mereka yang mewarnai kertas kosong dalam lembaran worksheetku. Memenuhinya dengan corak berbagai bentuk hingga menampilkan indah dan pahit. Tapi yang indah adalah satu dari semua, adalah dia.
Jika aku menyebutnya dia, maka dia adalah dia yang mengisi hampir seluruh kertas bersihku menjadi goresan-goresan penuh makna. Ketika aku bahagia, menggambar pelangi penuh eksotisme dalam warnanya, atau ketika mendung tiba-tiba berada di atas kepalaku dan menggulita dalam setiap langkahku. Dia ada, menyediakan kuas dan cat juga menyiapkan lampion terang yang menunjukkan arah jalanku. Dia juga meminjamiku payung ketika mendung tiba-tiba memunculkan rintiknya.
Dalam hati kecilku, aku ingin kau lah yang sanggup berada di sampingku, bukan dia. Tapi destiny menyebutnya berbeda. Dia berjungkir balik hingga menukar posisimu dan si pemilik payung.
Tenang saja, kau adalah bintik-bintik kecil yang sanggup memasuki setiap ruang kecil di kertas bersih yang telah terisi penuh coretan orang-orang yang sangat berarti, kau meyusup di tiap ruang kosong hingga tanpa disadari, kaulah backround dalam setiap lembar worksheetku. Cantik, memang.
Yang kutakutkan hanyalah, ketika dia mampu mengubah dominan dirimu dari setiap kedip dalam hidupku. Hal yang bernagsur-angsur membuatmu tersingkir dari hidupku juga ketika kau tak juga memintaku untuk datang menghampirimu. Karena tanpa ajakanmu aku akan tetap pada berdiriku di sini, tanpa menyurutkan langkah sejengkalpun.
Benar, aku memang masih menunggumu, tapi takutku akan kedatangannya menjadi maha mega ..

Sabtu, 10 Desember 2011

Kita Berdua

Oleh : Rastha Satya Dewabrana

Kita berdua

berjalan bersama malam itu

melewati waktu demi waktu

Kita berdua

saling mengungkap tabir setiap diri

melantunkan romantisme

bagai mekarnya mawar

Kita berdua

sadar akan setiap rasa

terbentuk karena keakraban

Kita berdua

selalu memberi

dopping setiap asa asa kita

Namu Kita Berdua

belum bisa melakoni

ajang roman tersebut

karena kita tahu

kekhawatiran disetiap kita

muncul agar kita diberi jarak

sebelum menjadi sebuah

roman yang luar biasa

Semoga


Rabu, 07 Desember 2011

Choco Top

December is somin'

Bukan karena aku tidak lagi suka menulis. Aku masih sangat menyukainya. Ini mungkin pertama kalinya di bulan Desember, aku menulis di blog ini lagi. Apa kabar teman-teman? Semoga Tuhan selalu melindungimu, amin.

Banyak hal yang terjadi selama beberapa bulan terakhir ini. Sangat membuatku terpaksa belajar lebih dalam untuk memaknai hidupku. Aku selalu ingat benar dengan apa yang selalu dikatakan ibuku, dan aku memepercayainya. Ini tahun keduaku di Sekolah Menengah Atas, dan Beliau bilang inilah tahun ketika remaja seusia kita menjadi berhasil atau tidak.

Aku bingung dengan diriku sendiri, mungkin benar tentang remaja yang sedang mencari jati dirinya di usia sepertiku, sekalipun awalnya aku tidak pernah mempercayai studi tentang hal itu, karena kupikir, itu hanya delapan puluh persen dari populasi saja yang membuktikan, dan mungkin aku bisa menjadi yang dua puluh persennya. pika21

Emm apa yaa, bulan ini ada ujian tengah semester, di mulai tanggal 1 Desember 2011. Tentu saja menjadi hal yang emm lumayan resmi buat aku.
Ini udah hari ke tujuh, itu artinya satu hari lagi terakhir yaitu besok dan ujian telah usai. Hahahhaha.
blogger-emoticon.blogspot.com


Aku seorang yang pemalas, terutama satu semester ini, karena waktuku untuk belajar tersita untuk kegiatan komunitas dan latian dansa untuk persiapan PORPROV DIY 2011.
Dan aku sedikit menyesalinya, hingga akhirnya aku 'sedikit' belajar dengan sungguh-sungguh pada ujian kali ini. Tapi hanya terpusat pada mata pelajaran penjurusan saja, kimia, fisika, biologi, matematika, bahasa inggris, dan bahasa indonesia. Yang sangat mengecewakan adalah mapelnya anjlook selain itu, contoh saja, karena sibuk belajar mapel utama, aku sama sekali tidak membuka buku TIK ku, alhasil bisa dipastikan nilai TIK ku sangat hancur.

Alhamdulillah Biologi aku tidak harus menjalani remidial, setidaknya nilaiku dua poin di atas KKM. Untuk Seni Budaya aku juga tidak harus mengikuti program ribet pengulangan maksiat itu, padahal di ujian kemarin remidi aku lhoo..
Tapi sayang seribu sayang, mapel Bahasa Prancis harus rela remiadial. Dan yang sangat memalukan, mapel Bahasa Indonesiaku juga remidial, hanya menthok di 7 nilaiku. Padahal udah merasa PD tingkat tinggi waktu ngerjainnya. Humm.

Mungkin di semester dua aku akan mengajukan les, aku sadar, aku sangat membutuhkannya, sangat sangat sangaaaaaat ! huh.

Kejurnas Dansa besok tanggal 18 Desember 2011, itu artinya sebelas hari lagi
blogger-emoticon.blogspot.comblogger-emoticon.blogspot.com

Oh yaa, alhamdulillah juga, tanggal sembilan belas atau dua puluh Desember, launching buku perdana KOKITALIS lho ! Hmm seneng bangeeet deh
blogger-emoticon.blogspot.com


Ini jurnal singkatku hari ini, membuka lembar bahagia untuk Desemberku, amin.