Senin, 10 Desember 2012

Gadis Dosa



Dosa yang seperti apa yang akan didapatkan oleh seorang gadis yang menolak pria karena mencoba untuk jujur. Gadis itu, harus menanggung dosa, kah? Gadis itu, yang telah menyakiti pria yang memiliki rasa yang telah Tuhan berikan kepadanya sebongkah hati. Gadis itu yang tidak bisa memilih untuk tidak disukai, untuk tidak diberi hati. Bagaimana mungkin gadis menerima hati yang tidak sama dengan hatinya. Gadis itu…, lagi-lagi berdosa, karena jujur.

Senin, 26 November 2012

Dengan kata, aku bercerita ..

Seringkali apa yang terlihat mudah tidak benar-benar mudah, seringkali juga apa yang terlihat sulit tidak sesungguhnya sulit.
Ada satu waktu kau merasa demikian, karena apa yang kau pikirkan berawal dari sebuah pandangan.
Setiap orang berhak bercerita, semua orang memiliki ketentuan sendiri terhadap hidupnya.
Dengan kata, aku bercerita ..
'Being relationship is not about having someone, exactly to concede ur true feeling, what you keep deep inside ur heart'- Anjani

Jumat, 23 November 2012

Rumor

Aku menyesal pernah menyayanginya. Kau tahu, tidak mudah memang mengakui masa lalu ketika saat itu terasa sungguh memalukan menurutmu. Tidak, bukan karena dipermalukan orang lain atau semacamnya. Lebih tepat malu karena dirimu sendiri. Malu karena perah menyayangi seorang 'bajingan'. Malu karena saat itu mengabaikan kata orang-orang. Hey, terkadang rumor belum tentu tidak bermanfaat. Sesekali kau harus mendengarkan ...

Belajar

Masih belajar untuk tidak mengeluh,
masih belajar untuk mengontrol emosi,
masih belajar untuk menjadi pendengar yang baik,
masih belajar untuk .... bersyukur .

Rabu, 03 Oktober 2012

Jalan

Pagi ini, di Jalan Kaliurang, aku tidak bisa mencegah bibirku untuk menyunggingkan senyum sepanjang jalan. Hal sepele memang, tetapi tanpa ku sadari aku melakukannya, tertawa. Aku melihat anak kecil, dibonceng ibunya di atas motor dengan selendangyang membuat anak itu tetap terjaga, dengan helm orang dewasa. Sungguh, kepala dan lehernya tenggelam, dan itu lebih dari sekedar menggemaskan. Terlebih raut wajah anak kecil yang masih polos itu, aku harus tersenyum sepanjang jalan. Aku pun sangat mengerti bahwa ibu anak laki-laki itu pastilah sangat menyaynginya, melindungi dengan sepenuh perhatiannya. Menjaganya, dengan tulus. Terimakasih ya, andai saja aku bisa berterimakasih kepada anak itu karena membuat pagiku begitu mengesankan.
Di sisi lain, pikiranku melayang ke dua tahun yang lalu. Aku dijemput seseorang, yang saat itu sangat berarti untukku, dan kami melewati Jalan Gejayan. Jalanan lumayan padat karena saat itu jam anak-anak pulang sekolah. Tiba-tiba motor yang ku boncengi berhenti. Temanku membuka kaca helm dan menengok ke arah kiri jalan. Begini katanya, 'Ibu, anaknya mau jatuh, mboncengnya miring, nanti jatuh, Bu.' lalu dia tersenyum tulus disusul ucapan terimakasih dari ibu itu seusai menggeser anaknya untuk duduk dengan semestinya.
Sedikit berbeda, namun sanggup menggelitik hatiku. Yaa, namanya ketulusan..

Minggu, 09 September 2012

Dua Belas

Aku sudah kelas dua belas saat ini. Yaa, rasanya baru kemarin aku masuk di kelas sepuluh satu. Rasanya baru kemarin aku mengenal teman-temanku, makan dan bergosip di kantin pada jam istirahat atau justru makan bekal bersama di kelas. Rasanya memang baru kemarin saat aku mulai menyukai kakak kelas, melihat sahabat-sahabatku jatuh cinta dan patah hati, juga mendapatkan diriku sendiri jatuh cinta pada teman satu angkatanku. Semuanya terasa sebentar etapi nyatanya sudah dua tahun.
Tahun depan,.... my graduation. Akan ke mana nanti dan bagaimana nanti aku belum yakin. Tetapi, semua orang memiliki mimpi. Aku akan meraihnya!