Sabtu, 07 Januari 2012

NEW YEAR

Hanya singkat cerita saja yaa :)
New yearku di OISHI CORNER masak-masak bareng Cemplok (Yunita Rahmawati) dan Londo.
Setelah itu cus ke Kaliurang lihat kembangapi sama Cemplok, Londo, Jimmy, dll.
GREAT? pasti, they always so special :)

Jimmy dan Londo


Di Kaliurang




OISHI Corner

Tentang Mimpi

Beberapa hari yang lalu, dan entah hari apa aku tak lagi mengingatnya dengan jelas, ketika malam terasa begitu cepat, karena dia. Dia memasuki dunia malamku, dunia mimpi, dunia yang jarang atau bahkan tidak pernah kudapatkan.
Entah kenapa, aku jarang bermimpi ketika tidur, tapi berbeda dengan malam itu, dia mendatangiku, tentu saja lewat mimpi. Dia datang dengan dia yang telah berubah dari dirinya yang ku kenal dahulu ketika aku masih begitu menyayanginya, dan itu... dulu.
Mimpi itu hampir sama dengan mimpiku sebelumnya tentang dia, dia datang ke rumahku dan merangkulku, hanya saja, sosok di mimpiku itu telah jauh berbeda menjadi sosok yang sedikit besar asing untukku. Bukan lagi yang sangat ku kenal dulu, dia berubah mengikuti zaman, atau aku yang tak pernah beranjak dari tempatku, entahlah.
Dia mengajakku jalan-jalan dengan rangkulannya yang masih di pundakku, raut sumringah terpampang asri di wajahnya, dengan berseri-seri dia memberiku restu atas Rastha, dia berkata padaku bahwa beginilah seharusnya lelaki yang dekat denganku, lelaki yang dalam pemikirannya masih polos dan memiliki moral yang lebih dari baik.
Menurut dia, duniaku dan Rastha sangatlah berbeda, namun tentu saja aku pasti dapat masuk ke dunianya, untuk ikut bersandar, karena menurutnya lagi, Rastha bisa menjadi sandaran yang baik, yang akan menyayangiku dan tidak akan mengkhianatiku seperti yang telah beberapa orang lakukan padaku.
Dia juga meyakinkanku bahwa aku haruslah terbiasa hidup mandiri, menyelesaikan maslahku sendiri, dan sedikit mungkin merepotkan orang lain, dia juga percaya bahwa Tuhan pasti akan memberiku kesempatan untuk hidup lebih dan lebih lama lagi.
Dia memotivasiku untuk tetap bangkit dengan segala kelemahanku, ketidaksempurnaanku yang telah menarikku dari diriku yang sesungguhnya sejak tahun itu, dia katakan padaku bahwa aku mampu.

Yaa, aku telah begitu lama terpuruk dengan takdir yang menjadi kelemahanku, kesakitanku, dan ketidaksempurnaanku, mungkin juga abnormalku. Aku telah mencoba berdiri dari bangkitku, mencoba berjalan walaupun terseok-seok, kini aku percaya, jalan yang semula gelap itu telah menemukan setitik sinar putih, dan semakin kudekati bulatan itu makin terang, ku harap akan menuntunku menuju dunia yang lama kutinggalkan untuk meratapi segalanya, dan bersama semua orang yang kusayangi, aku yakin, dunia pasti menyambutku ...

Terimakasih telah datang di dunia kecilku, dunia yang tak pernah terjamah olehku, dunia mimpi ..

Dan ini bukan akhir ceritaku tentang mimpi.

Rabu, 04 Januari 2012

Buang kotoran bayar 2 MILYAR

Baru saja lihat berita di MetroTV tentang perbaikan toilet di gedung DPR dengan anggaran @ Milyar rupiah ! Betapa WOW nya Indonesia tercinta ini, betapa kayanya sehingga perbaikan toilet saja membutuhkan uang sebesar 2 MILYAR atau setara dengan DUA RIBU JUTA rupiah.
Mungkin dengan setiap jamban dibutuhkan perbaikan sekitar 20 juta, coba dipikir lebih lanjut... itu perbaikan jamban atau apa? sangat keterlaluan.

Coba ditelaah kembali, toilet yang dibilang sudah cukup bagus itu pasti masih jauh lebih baik dari toilet-toilet umum kebanyakan, untuk apa? toh para petinggi di Indonesia juga tidak sering bahkan bisa dibilang sangat jarang untuk menJAMBAN di toilet.

Bila dana itu dialokasikan untuk membuat toilet di daerah pelosok seperti Nusa Tenggara atau daerah pedalaman yang sarat akan toilet, bukankah akan lebih bermanfaat, toh itu juga uang rakyat. Apakah toilet yang sudah tersedia di kantor yang nan mewah itu tidak cukup megah untuk ukuran toilet..

Manusia bukankah dipandang sama di negara Indonesia ini? lalu kenaoa perbaikan toilet itu harus menghamburkan uang negara hingga segitu banyaknya.. saya tegaskan sekali lagi, toilet itu jika dibenahi dengan secukup-cukupnya tidak akan mencapai 2 Milyar, bukan? dan toilet itu lebih bagus dibandingkan dengan toilet umum yang digunakan masyarakat bawah pada umumnya, bukankah tadi sudah dijelaskan lagi bahwa semua masyarakat dipandang sama?
Well, Indonesia mungkin terlalu kaya dan .... BUTA !

Salam prihatin dari seorang pelajar yang tidak tahu menahu tentang negara, hukum, dan segala seluk beluk baik dan buruk di dalamnya.

Sabtu, 24 Desember 2011

Kau Puisi, Bondan Prakoso

Yo baby kau sosok yang punyai arti
Kau Puisi ketika datang sepi
Saat nikmati indah sunset pantai kuta
Hadirmu jadi pelengkapku di tata surya
Aku butuh dunia.. dan kau
sebagai pendamping ketika ku rasakan galau
Aku butuh cinta.. dan kau
adalah tema saatku rasakan galau

Kau ada untuk melengkapi diriku
Kau tercipta untuk menutupi kekuranganku
L. O. V. E. yang membuatku bisa bertahan
Seperti rumput yang tak kan tumbang oleh topan
Emosi, perasaan, jaminan rasa aman
Kau sanggup taklukan hati dengan sebuah senyuman
Aku berdiri karna kau hadir di sisi
Your my everything baby..
kau takkan pernah terganti..

Kaulah belahan hatiku
yang terangi aku
dengan cintamu
Kau hangatkan jiwaku
dan slimuti aku
dengan kasihmu

Ku coba gapai apa yang kau ingin
Saat ku terjatuh sakit kau adalah aspirin
Coba menuntunmu agar ada di dalam track
Kau catatan terindah di dalam teks
Dan aku mengerti apa yang kau mau,
hargai dirimu, menjadi imammu
Karna kau diciptakan dari tulang rusukku
selain itu karna kau bagian dariku.

Dan dirimu damaikan..
hatiku.. yeah..
Dan artimu..
tak akan.. berakhir..

Awalnya aku sama sekali tak mengenali lagu ini. Ketika aku sedang jalan-jalan di Amplas, Rastha memintaku untuk mencari lagu yang dinyanyikan oleh Bondan Prakoso yang berjudul Kau Puisi. Dan lagu ini.... bagus. Sangat simpel namun pas sasaran.

Christmas

Malam ini malam natal, 24 Desember 2011. Rollback ke masa beberapa tahun lalu. Mungkin sekitar delapan atau sembilan tahun lalu ketika aku menghadiri natal di kantor ibuku, Panti Asuhan Panti Asih. Sebelumnya, kantor ibuku adalah yayasan Kristen oleh Bethesda. Sehingga tiap tahunnya ada perayaan natal.

Dulu di setiap malam natal, aku selalu diajak ibuku untuk mengikuti acara natal di sana. Aku masih kecil dan malu-malu saat itu. Anak-anak dari rekan ibuku relatif lebih besar dariku, aku selalu merasa takut pada mereka. Haha lucu kalau inget.

Setiap anak kecil, juga aku, mengenakan gaun yang mungkin saat ini sudah jarang dikenakan oleh anak-anak kecil kebanyakan yang lebih memilih untuk mengenakan skippy atau skinny jeans. Aku masih ingat benar dengan model gaun-gaunnku ketika kecil, roknya ada berlapis-lapis sehingga bisa mengembang bagus, kalau bahasa jawanya mekruk.

Kembali ke acara, biasanya ada acara di gereja dulu, saat itu ibuku akan meninggalkanku sendiri di dalam gereja bersama orang-orang yang merayakan natal (aku muslim) atau menitipkanku pada sahabatnya, Pak Bejo atau Bu Lusi, ibuku akan mengecek semua stand makanan yang telah disiapkan di gedung lain yang akan digunakan untuk menggelar pesta natal.
Di dalam gereja biasanya juga ada hiburan berupa paduan suara, tarian, atu drama singkat. Aku lumayan menikmatinya.

Setelah acara di gereja selesai kami akan beralih menuju gedung untuk makan-makan bersama, nah saat itulah para anak kecil akan dikumpulkan untuk mendapatkan bingkisan besar berisi makanan ringan. Aku masih ingat benar, dulu aku sangat menyukai sesi pembagian makanan ini, yaaa namanya juga anak kecil, lebih menyukai makanan ringan ketimbang makanan berat (nasi, dsb.).

Aku cenderung malu-malu, ketika teman-temanku bermain kejar-kejaran atau sekedar mainan anak-anak seusiaku saat itu, aku lebih memilih duduk dan melihat mereka sambil sibuk dengan makananku. Maka, akan ada seorang anak laki-laki, dia adalah anak dari pimpinan di kantor ibuku. Dulu, dia selalu menggodaku, menghiburku, dan mengajakku bermain. Berbeda dengan anak-anak lain, dia mampu membuatku nyaman berada di dekatnya tanpa rasa malu. Aku dan dia akan berlari saling mengejar.

Tahun-tahun selanjutnya hal yang sama masih juga terjadi, namun lambat-laun ketika dia mulai beralih menjadi remaja dan aku masih tetap pada predikat anak-anak, dia jarang muncul di acara natal. Aku tidak lagi bertemu dengannya. Hingga suatu waktu ketika aku duduk di kelas enam SD, aku terbaring sakit seusai operasi amandel, ibunya datang padaku membawakan boneka dolphin yang besar dan apik, juga menyampaikan salam dari dia. Tentu saja, aku bahagia, karena sampai saat inipun boneka itu masih selalu menemaniku tidur.

Ketika aku memasuki umur ke empat belas aku datang ke kantor ibuku, aku menemui dia dan dia telah tumbuh begitu tinggi dan besar, tentu saja juga tampan, kudengar dia berhasil masuk di UGM fakultas hukum, tapi sayang, dia tidak mengenaliku, lupa atau ... entahlah aku juga tak mengerti.

Natal selanjutnya aku bertemu dengannya, namun tetap sama, tidak ada sapaan.

Apa kabarnya teman masa kecilku itu ? hmm... :)



Renovasi Blog

Huah, setelah beberapa jam, akhirnya renovasi blog besar-besaran selesai juga. Sebenarnya kalau dilihat-lihat nggak ada yang banyak berubah dari tampilan sebelumnya, dan yang membuat capek adalah aku harus mengulang renovasi berkali-kali karena gagal save. OmiGod, itu sangat menguras tenaga, pikiran, dan waktu.
Taraaaaa! theme bloge kali ini : birupinkhitam.
Oh yaaa, nyari widget jam juga membutuhkan waktu yang lama, mengingat aku maunya warna yang senada dengan tema dan itu sangat sulit. Beberapa ditemukan namun gagal simpan alias nggak muncul di blog, huhuhuhu.
Well, overall sudah lumayan. Yang jelas sekarang punya pet baru, anjingku itu. Ahaaa :D

Alhamdulillaaaaaaaah ^^

Belajar Sabar

Hari ini tidak begitu spesial selain memanjakan diri di rumah. Aku bangun sangat siang hari ini, sampai-sampai ketika aku keluar dari kamar tak ada satupun orang kutemukan di rumah kecuali seorang kakakku yang masih tertidur di kamarnya.

Kalau bangun tidur, nggak tahu kenapa tangannya udah otomatis buka tudung makanan di meja makan, nggak ada apapun kecuali roti cokelat, alhasil sarapan roti cokelat aja, lumayan ganjel perut, ahahaha.

Mandi terus terapi madu, baru mulai sih, dulu aku suka banget terapi madu, yaitu menggunakan madu sebagai masker wajah, dan hari ini pertama kalinya aku memulainya lagi. Harus jerit-jerit sendiri kadang, bukaaaan, bukan karena sakit, tapi berhubung rambutku tergerai jadi terkadang sehabis tiduran rambutnya nempel di pipi jadi lengket semua, lebay yaa pakai jerit segala, tapi udah refleks sih, hehe.

Simbok sempet datang ke rumah, nemenin aku, juga simbok di rumah kesepian, ahahah.
Setelah terapi madu, langsung deh cuci muka dan oles-oles dengan olive oil, supaya kulitnya nggak kering-kering banget, krim malam dari dokter bikin kulitku jadi pada ngelupas gitu, tapi efeknya lumayan kok, dulu juga gitu, sekarang harus sabar aja biar kulitku kembali seperti dulu, jerawatnya juga ilang, amiiiin. Lagian bukan masalah jerawatnya, tapi aneh banget dong kalau pipi kananku ada beberapa jerawat sedangkan sebelah kiri bersih. Umm, udah tinggal bekas sih sebenarnya. Ahaaaaay.

Mainan sama Lifi (keponakan) di depan rumah, terus tidur siang, sorenya mandi, daaaaan luluran, sampai saat aku posting ini, wangi lulurnya masih bisa aku cium lho, lulur beras, lumayan kok, hmm.

Tadi sehabis makan, lanjut minum susu, itu masih segelas, well, hari ini Rastha ke Purwokerto, ada family gathering gituu, nggak ada malming deh, nggakpapa lah, toh stay contact kok.

Satu point yang aku pelajari hari ini : Belajar menunggu dengan sabar dan telaten untuk sesuatu yang indah dan memuaskan dikemudian hari.