Senin, 18 Juli 2011

Cowok VS Cewek Gendut


                Ada pandangan bahwa cewek cantik itu haruslah yang langsing bak peragawati. Maka hampir semua cewek di dunia ini selalu kewalahan dengan berat badan mereka yang ada di atas normal. Mereka jadi nggak percaya diri dengan berat badannya yang di atas normal hingga segala cara dilakuka untuk menurunkan berat badan. Mulai dari mengurangi porsi makan sampai nggak makan sama sekali. Ada juga yang nekat sedot lemak atau bahan operasi plastik ke luar negeri. Apa iya sih sebegitu berartinya sebuah status gemuk atau nggak gemuk bagi seorang cewek. Apa iya cowok hanya menyukai cewek-cewek langsing body peragawati, apa iya cowok sama seklai tak tertarik sama cewek gemuk?
                Here we go, ini dia beberapa pendapat cowok yang berhasil aku wawancarai tentang pandangan mereka terhadap cewek cantik dan cewek gendut juga upaya operasi plastik yang dilakuin para cewek. Check this out girls !
                Dinn : Menurutku cewek cantik itu ya yang enak buat di pandang. Kalo operasi plastik pandanganku si cewek itu nggak nerima apa yang udah dikasih sama Tuhan. Kalo aku liat cewek gendut itu ya biasa aja kaya orang normal, tapi ada catetannya kalo punya badan melebar, mending berpakaian sik agak selaras, soalnya banyak yang badan lebar tapi pake pakaian ketat gitu, jadi nggak enak buat dilihat, kesannya malahngumbar aurat.
                Dondo : Buatku cewek gendut itu akan mempengaruhi dalam bergaul, kebanyakan akan minder dulu. Kalo cewek cantik itu nggak harus memperhatikan dirinya dengan berhias tapi dia harus cantik hatinya. Cewek gendut harusnya juga dihargai, jangan lihat fisiknya aja tapi juga hatinya. Operasi plastik nggak perlu dilakukan, karena Allah telah menciptakan kita dengan apa adanya.
                Yudha : Menurutku cewek gendut nggak terlalu buruk bagiku, kalau soal cewek cantik aku belum bisa ngerti. Dan untuk operasiplastik menurutku haram, karena mengubah atau menambahi ciptaan Allah.
                Rastha : Cewek gendut? Biasa aja, Cuma biasanya lebih sensitif. Cewek cantik adalah mereka yang memiliki kecantikan dari luar dan dalam, hahaha. Intimidasi terhadap cewek gendut nggak joss kalo itu, banyak orang gendut yang sukses lho .. Operasi plastik boleh-boleh aja tapi lebih baik nggak usah operasi-operasi plastik karena semua cewek cantik, tinggal presepsi cowok-cowok aja.
                Wijar : Pandanganku terhadap cewek gendut, pemalas biasanya. Kalo cewek cantik itu menyenangkan, dipandang aja enak. Cewek gendut nggak perlu dijauhi, ya dianggap teman aja. Operasi plastik, sangat nggak setuju karena sama aja nggak bersyukur dari apa yang diberikan Allah.
                Well, see it guys ? gendut bukan musibah kok. Cantik itu juga nggak harus yang langsing aja, tapi juga inner beauty, entah dari sifat, sikap, pola pikir, dan sebagainya. Masih pusing soal berat badan? Big No No ! Ngga perlu yang namanya diet terlalu ketat apalagi operasi plastik yang malah menjerumus sama penyalahan kodrat. Diet perlu sih, dengan saran dokter tentunya, itupun kalau udah over! Alias obesitas. Masih khawatir soal jodoh? Nggak jaman deh mikir yang begituan, jodoh nggak akan lari ke mana, udah digarisin sama Tuhan, jadi pasti dateng dengan sendirinya. Oh yaa, Tuhan nyiptain kita dengan bentuk yang berbeda-beda agar kita bisa saling memahami, bisa saling berbagi, bukannya untuk dijauhi ajau jadi bahan intimidasi. Semua akan tetap baik-baik saja walaupun postur tubuh kita agak berlebih, kita tetep bisa berprestasi, bukan? Well, lagian kalau cowok itu memang benar-benar menyayangi kita, dia akan nerima kita apa adanya doong, right? I guess yes.
               

11 Tanda Dia Akan Meninggalkanmu


                SATU, SMS lebih sedikit. Kalau bukan kamu yang kirim sms dulu ke dia maka dia nggak akan sms kamu, dan itu berlangsung selama berhari-hari bahkanmencapai mingguan. Kalaupun kamu nggak sms dia, dia nggak akan sms kamu lagi, kalaupun alasan dia lupa atau sibuk itu nggak akan berlangsung mingguan bukan?
                DUA, jarang menelpon. Kalau biasanya kalian bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk telepon, kali ini dia tidak bersemangat dalam berbicara, kesannya dia ingin menyudahi telepon, dia hanya menjawab pertanyaan-pertanyaan seperlunya saja tanpa balik bertanya. Ketika kamu bertanya padanya ‘ada apa?’ maka jawabannya akan ‘tidak apa-apa’.
                TIGA, jarang penasaran. Ketika kamu sedang bercerita tentang pengalaman-pengalam serumu atau apapun yang kamu kerjakan hari-hari ini, dia nggak begitu merespon dengan antusias seperti biasanya. Dia cenderung mendengarkan tanpa banyak bertanya.
                EMPAT, kontak fisik berkurang. Kontak fisik adalah ekspresi rasa cinta yang paling terlihat. Jika hal itu nggak lagi dilakukan, kamu perlu bicara dengannya. Kalau biasanya tiap hari pengennya ketemu, kali ini nggak ada lagi greget untuk ketemu, nggak ada hasrat pengen berdekatan terus.
                LIMA, frekuensi curhat berkurang. Dulu tiap kali habis melakukan sesuatu atau mengalami peristiwa sekecil apapun dia akan haus untuk curhat. Dia paling semangat untuk menceritakan segala hal tentang dirinya. Namun tiba-tiba dia sama sekali nggak curhat kalu nggak ditanya, dia seperti kehabisan omongan.
                ENAM, aktifitas standar. Kalian mempunyai aktifitas standar versi kalian sendiri seperti menjemput kamu sekolah, dinner tiap weekend, atau aktifitas standar lainnya. Biasanya di luar aktifitas standar itu kalian memiliki aktifitas khusus untuk dilakukan, namun kali ini dia menjadi malas untu membicarakan aktifitas khusus itu, yaa akhirnya yang dilakukan ya Cuma aktifitas standar itu-itu saja.
                TUJUH, lebih banyak berdiam diri. Mengakhiri sebuah hubungan dirasakan bagaikan ‘big disaster’ bagi siapapun, jadipara cowok akan lebih banyak berdiam diri untuk berfikir apakah keputusan untuk mengakhiri hubungan yang dia ambil benar atau salah. Pertimbangan mereka begitu rumit karena mereka mengakui bahwa hubungan tersebut pernah sangat berarti untuknyaa.
                DELAPAN, tidak jelous lagi. Dia nggak protes ketika kamu punya acaralain di luar kencan reguler kalian, dia juga nggak menanyakan apa aja yang kamu habiskan buat malem minggu kamu tanpa dia. Yang lebih parah, dia hanya tersenyum ketika kamu cerita bahwa kamu pergi berdua saja dengan seorang cowok, nggak ada kilatan cemburu di matanya seperti yang biasa ada pada dia.
                SEMBILAN, mendorong beraktifitas. Kalian punya segudang aktifitas, tapi kesibukan kalian nggak menghalangi buat tetep kencan di sela-sela waktu luang. Jika aktifitas terlalu padat kalian akan memasang ‘red alert’. Justru sebaliknya, dibalik waktu yang super padat, dia gencar mendorong anda untuk mencari aktifitas baru dan menambah jadwal kegiatan. Saat kamu tanya kenapa, dia hanya akan menjawab agar kamu lebih berkembang.
                SEPULUH, terasa hambar. Nggak ada lagi greget yang bikin kamu kangen sama dia. Bahkan setelah kencan pun nggak ada lagi kesan menarik, gitu-gitu aja. Makin hari dia makin terlihat pasif, dan kamu sudah mulai lelah untuk selalu memulai dan berinisiatif, nah saat itu kamu mulai ngerasa hambar sama hubungan kalian.
                SEBELAS, mulai mempertanyakan. Dia mulai sering mempertanyakan tentang hubungan kalian berdua. Menanyakan ‘apakah kamu masih nyaman dengan hubungan ini?’,’apakah masih ada greget-greget cinta seperti dulu?’, dan sebagainya, dia mulai kelihatan sangat nggak nyaman.
                Tujuh dari sebelas tanda ini mulai dirasakan sejak sebulan terakhir? Waah perlu bicara serius nih sama dia. Ini udah saatnya kamu bicara sama dia, dengan serius, bahas kelanjutan hubungan kalian dan segala tetek-bengeknya. Emm, siapkan mental juga kalau hubungan kalian nggak bisa diselamatkan. Berpisah secara baik-baik pasti bakal bikin hubungan ke depannya lebih baik juga, mantan jadi sobat baik, why not?

Selasa, 12 Juli 2011

tamansari yogyakarta


Stug today

Wow, gettin' older, gettin mature (I'm not sure 'bout this).

Yaa, IPA, tentu aja IPA, nggak mungkin IPS, bukan AKU. Ya BUKAN AKU.
Oh tidaaak, sayangnya saat ini, saat aku nulis ini, bener-bener lagi kacau, ambigu, galau, sempal nggak jelas banget. Laptop ngadat, jariku gatel-gatel nggak bisa ngetik, nggak bisa ngelarin feature ku dengan lebih sempurna, kelas baru, temen baru, pisah sama temen sebangkuku yang nangis kemaren Senin, Oh My, stugs on my throat.
What? about what.. Oh my GOD, what such a damn feeling ._. everything just flying over my stomach ._.
someone help me, I'm GALAU .

Jumat, 01 Juli 2011

Setelah baca notenya DEWI ARNIS

aaah jadi sedih banget pas baca note facebooknya Dewi Arnis temen sekelasku, ininya sih tentang kelasku dulu, x1. Rasanya berat buat pisah, setahun itu nggak cukup lama tapi juga nggak sebentar buat kita. Mulai dari awal MOS, MAPS, sampe hari-hari reguler pasti ada aja masalah sama guru ataupun kaka kelas, kangen bangeeet saat-saat itu. Aku yakin nanti (mungkin) nggak akan ada lagi yang namanya diceramahin sama guru karena x1 yang paling bandel di antara semua kelas, karena anak-anak x1 nggak tertib sasana wartga, paling rame, dan lain-lain dan lain-lain, tapi pasti bakal ngangenin bangeeeeet ..
Ada ketua kelas kita, Narpati Broto Kusumo (Broto) yang sabar buat ngadepin kelakuan kita yang bahasa gaulnya SEMPAL banget, ada Athaya Reisya N. P. (Alay) si wakil ketua kelas kita yang alay nya nggak ada yang nandingin, trus Diah, Ayud, Siti, Hanin, Laras, yang super dumper pinter di kelas, Oka, Harist, Panji, Wana, Amrun, yang selalu bikin suasana kelas jadi 'greng', jampes, kopong, dewik, nurul, etaak, andra, maudy, zaka, yoga, daris, sinpus, wulan, ais, diva, yesha, keke, ayus, shara, gresi, dan lia temen sebangkuku, semua pasti bakal ngangenin.
Besok seminggu lagi masuk kelas IPA, bener-bener nggak ngerti harus gimana, nggaktau bakal ketemu membernya sepuluh satu siapa aja, atau mungkin bakalan nggak ketemu siapapun di satu kelas, oh My .. pasti bakal kangen banget sama otak-otak sempalnya anak-anak.
Masih bisa nggak yaa buat happy-happy tanpa gengsi, tanpa harus peduli norak atau bahkan 'njijiki' sekalipun.
Tapi apapun everything must go on, hidup harus tetap berlanjut, pisah kelas atau enggak harus tetep inget kalo kita ini the members of Sesat, ngadepin susah seneng bareng-bareng, ngadepin semua pelik dan benci dari berbagai kalangan di sekolah barengan.
Semua nggak mungkin ditulis, tapi pasti keinget di memori, kesimpen rapet di hati.




Well guys, everything about us is US.
Love you guys, love you X1

We are X1 of Nine Senior


Foto-foto anak x1 di studio foto Exotic Seturan. Nggak lengkap sih karena banyak yang nggak ikut. Ugf, pasti bakalan kangen sama anak-anak, bandel-bandel emang, tapi yakin pasti ngangenin. Huh, love you guys, love you sesat (sepuluhsatu)

Rabu, 29 Juni 2011

KEMBALI


                Kejujuran, satu kata yang membuat aku bergerak untuk menuliskan segalanya, menumpahkan apapun yang telah terpendam begitu lama di sini.
                Rabu, 29 Juni 2011, tepat jam 9:30. Mungkin ini akan menjadi pertama kalinya aku mampu menuliskan ini, terlebih mengakuinya. Aku begitu lelah bersembunyi dibalik ketegaranku, aku lelah mencari perlindungan untuk diriku sendiri, agar tak seorangpun dapat membaca apa yang tersirat dalam benakku, apa yang terkubur dalam-dalam di hatiku, atau segala gerik tubuhku. Aku ingin jujur, jujur mengakui apa yang memang pernah terjadi,mengakui apa yang Tuhan takdirkan untukku, benar-benar mengakui apa yang aku sembunyikan dan apa yang tak pernah mau aku akui. Bahwa aku berbeda, aku bukan yang normal.
                Adalah benar jika beberapa waktu silam aku pernah mencoba menuliskannya, tapi pada akhirnya ketika aku membaca ulang tulisanku, hanyalah sajak-sajak buram tanpa penerangan. Tak akan ada yang mengerti dengan apa yang ku tuliskan, ku tegaskan sekali lagi, karena saat itu pun aku belum bisa mengakuinya.
                Sebelumnya hidupku baik-baik saja, bahkan aku bisa melewati segala masalah yang menghantam keluargaku, semua selesai, semua menjadi baik-baik saja, dan aku, yaa, masih tetap gadis normal lima belas tahun saat itu. Lalu sore itu tiba-tiba merusak segalanya. Aku kehilangan segalanya, aku memang telah bisa mengakuinya, tapi mungkin akan menjadi privasi ku saja.
                Masih ingat benar sore kala itu, hari Rabu di bulan November. Ketika aku mulai menyadari ada yang ganji pada diriku, ada yang hilang dari diriku, yang membuatku menyebut diriku sendiri ‘abnormal’. Aku tidak mengerti bagaimana pandangan orang terhadapnya, yang jelas takdir yang Tuhan embankan untukku itu pernah membuatku kehilangan semangat untuk melanjutkan hidupku. Aku pernah mengumbar tangis di setiap detikku, masih ingat benar ketika aku selalu duduk di lantai, bersendukul dalam lututku di pojok tempat tidurku, terisak-isak menangis tanpa henti. Lalu tiap malam aku bisa menghabiskan waktuku untuk sekedar diam, mengingat segala bahagia yang sebentar lagi akan hilang, dan ketika aku mengingatnya aku akan kembali menangis hingga lelah dan tertidur. Saat itu hari libur panjang, pernah di suatu sore aku pergi ke rumah Deta, sahabatku, mencobameluapkan segalanya kepada dia, berharap dia tak akan meninggalkanku dan bisa menerimaku, tapi nihil hasilnya. Ternyata sekaalipun di dalam begitu perih, egoku mengalahkan segalanya, egoku untuk egois pada diriku sendiri, untuk tidak bercerita, untuk tidak kehilangan. Aku takut mengakuinya, aku terlalu takut hingga aku tak berani berkata apapun. Aku menghabiskan hariku untuk merutuki takdir Tuhan, aku menyalahkan Tuhan dan melanggar prinsipku sendiri. Aku kehilangan gairahku untuk melakukan aktifitas, aku bahkan tak makan selama lebih dari satu minggu, aku bahkan tak merasa lapar karena sakit hatiku mengalahkan segala rasa laparku. Menjadi kurus, menjadi pucat, menjadi sembab, menjadi lupa pada diriku sendiri, adalah sesuatu yang saat itu selalu setia mendampingiku, pernah juga suatu waktu kakakku memergokiku menangis di kamar, aku menangis sangat hebat saat itu hingga bisa kulihat sekali kakakku menjadi bingung atas apa yang harus dia lakukan, tapi aku memilih diam, dan seperti biasanya dia menganggapku sedang patah hati karena cowok, yaa, sekalipun aku tak mengiyakannya, aku membiarkan kakakku berimajinasi dengan hipotesisnya.
                Suatu waktu karena penat yang begitu menumpuk, aku mencoba untuk bunuh diri, yaa, aku pernah berniat mencoba bunuh diri, hal yang dianggap oleh sebagian orang waras adalah hal yang gila, tapi aku telah menyiapkan puluhan butir antalgin yang siap kuminum sebelum tidur. Tapi niatku itu urung ketika kudapati sebuah sms dari seseorang di masa lalu, aku pernah sangat menyukainya sekalipun tidak menyayanginya. Dari semua orang yang bertanya ada apa dengan keadaanku, hanya dia yang mampu menebak apa yang telah terjadi padaku, aku tak mengiyakan tebakannya, namun kurasa tanpa aku jawab pun dia telah mengerti. Dia bicara banyak padaku, memberiku motivasi sekalipun aku tak lagi punya harapan, lalu aku menyalakan desktop ku saat itu, berniat menuliskan segalanya, namun tak ada satu kata pun yang mampu untuk aku ketikkan, semua terhenti di pergelangan tanganku. Lalu satu per satu kubuka foto-fotoku bersama keluargaku, sahabatku, dan semua orang yang kucintai sepenuh hatiku, dulu ataupun saat itu dan saat ini. Ada tawa di sana, berbagai memori indah berkelebat hebat di benakku, dan aku menyadari satu hal, aku tak ingin kehilangan.
                Aku berhasil menutupi segalanya, mengompres mataku sebelum tidur, mengumbar tawa dan berlaga seolah semuanya seperti biasanya. Sekalipun aku tak mau mengakuinya, kata ‘abnormal’ selalu tercap di balik pikiranku. Aku berhasil menjalani hari-hariku lagi, terkadang masih terbesit untuk mengakhiri hidup ketika aku mengingatnya, tapi merekalah, orang-orang yang kusayangi yang berhasil membuatku mengurungkan niat burukku itu.
                Malam tahun baru, 31 Desember 2010. Dia yang sempat sedikit menolongku saat itu memaksa untuk datang ke rumah. Tapi aku sedang on the way untuk pergi berasama sepupuku, berniat untuk melupakan segalanya dan bersenang-senang. Tapi dia memintaku untuk bertemu di jalan saja dan aku menyaguhinya. Lama aku tak melihatnya, lalu tiba-tiba dia ada di hadapanku, mengungkapkan penyesalan atas apa yang terjadi kepadaku, lalu aku juga masih ingat benar kata-katanya saat itu yang membuatku merasa sedikit berharga, membuatku terhentak bahwa aku tak sendirian. Tanpa dia sadari, dia menyelamatkan hidupku. Dan mungkin tanpa aku sadari, aku mulai nyaman melihat dia.
                Sore itu aku memiliki seorang kekasih baru, tapi aku tak pernah bercerita apapun tentang hidupku kepadanya, yang dia tahu ya aku, aku yang baik-baik saja. Aku pernah berharap kepadanya, mungkin dialah yang bisa membuatku lebih bersemangat untuk hidup, walaupun kenyataannya berbanding terbalik, dia justru menambah pelik dalam hidupku. Yaa, dia adalah mantan yang mungkin pernah kuceritakan sebelumnya, Hendry namanya.
                Sejak tahun baru itu dan sekalipun aku memiliki kekasih, aku tak bisa memungkiri diriku sendiri yang masih bergantung kepada dia yang pernah menyelamatkanku. Juga tak bisa aku pungkiri bahwa aku juga pernah putus asa lagi karena dia yang tiba-tiba tidakmenghubungiku sama sekali, aku pernah begitu menyesal mempercainya mengetahui ke’abnormal’anku, aku menjadi tambah terpuruk karena meyakini dia akan ada ketika aku membutuhkannya. Ketidakberdayaanku makin besar, pesimistisku juga kian mega, aku menjadi begitu terpuruk, lagi.
                Lalu aku mencoba bangkit sendiri, mencoba melupakan seolah-olah tidak ada yang salah dengan diriku, butuh waktu lama memang untuk mengobati perihnya yang sampai saat ini masih membuatku begitu terpuruk ketika mengingatnya. Tapi aku bisa, yaa aku bisa melewatinya dan menjalin persahabatan dengan masalah baru. Ada satu hikmah yang bisa kuambil, karena semua masalah yang kuanggap berat tak akan lebih berat dari masalah ini, jadi aku tidak begitu sulit melewatinya.
                Aku paling takut dengan rasa kecewa dan sakit hati, karena pada kenyataannya rasa-rasa itulah yang pernah membuatku begitu lemah, membuatku begitu tak berarti dan ‘abnormal’. Tapi aku mendapat kecewa-kecewa yang sangat menghantuiku dan membuatku tersungkur kembali akhir-akhir bulan ini, tahu apa dampaknya, aku kehilangan lagi semangatku.
                Hari ini dan mulai detik ini, aku berjanji untuk tetap melanjutkan hidupku denga ke’abnormal’anku, aku tak akan memberitahu siapapun atasnya, tapi aku membiaran mereka berhipotesis dengan praduganya. Aku tak akan lagi mengharapkan dia si penyelamat hidupku untuk datang kepadaku dan mengatakn semua akan baik-baik saja, aku sudah cukup berbalas budi untuknya atas segala hal yang telah aku korbankan untuk dia, sekalipun itu tak akan menebus balas budinya,kurasa itu sudah lebih darii cukup. Aku tak akan lagi berputus asa dengan segala hal yang melintang, aku akan menjalani semuanya dengan bravo ku dan melakukan yang terbaik, tanpa memikirkan apa yang Tuhan berikan untukku atau seberapa panjang lagi aku bisa bertahan untuk hidup, aku yakin aku bisa melakukan yang terbaik, mengumbar senyum dan membuat mereka yang berada di dekatku merasa bangga pernah mengenalku. Aku tak akan lagi mengulang dosaku yang pernah marah kepada Tuhan, aku akan begitu taat menanamkan iman di ringga dadaku.
                Aku sadar benar suatu saat orang-orang terdekatku ‘mungkin’ akan tahu, dan kurasa aku telah siap untuk menerimanya untuk saat itu. Aku tak ingin lagi sibuk memikirkan segala hal yang ada pada diriku, aku ingin tetap bahagia dan berkarya dengan segala keterbatasanku. Aku yakin bahkan sangat yakin akan bisa, dan aku berjanji untuk berusaha semampuku dan mengerahkan skill terbaikku untuk melakukannya. Aku yakin aku dapat mewujudkannya ..

Ya Alloh, ampuni hambaMu yang senantiasa berbuat dosa ini, izinkan hamba untuk kembali kepadaMu, izinkan hamba untuk meluruskan jalan hamba yang sempat berbelok, izinkan hamba membuat mereka semua yang hamba sayangi terlebih Engkau untuk bangga pada hamba, hamba malu Tuhan atas apa yang pernah hamba lakukan, atas segala keputusasaan hamba, jadi Ya Robbi, izinkan hamba untuk menjadikan segalanya lebih baik, hamba sadar apapun usaha hamba tiadalah berarti tanpa ridhoMu Ya Alloh, ridhoi hamba Ya Gusti Maha Agung, Amin.